Day 2 – Bibliotherapy Facilitator Capacity Building Program, UNIKOM

Kategori:

Bandung, 27 April 2025 – Pusat Bahasa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menunjukkan perannya dalam pengembangan kapasitas akademik dan non-akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan program unggulan bertajuk Bibliotherapy Facilitator Capacity Building. Program ini merupakan langkah strategis Divisi Pusat Bahasa dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan fasilitasi biblioterapi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pendekatan humanis dalam pengembangan diri dan kesehatan mental berbasis literasi.

Kegiatan hari kedua program yang berlangsung pada Minggu, 27 April 2025, bertempat di kawasan terbuka Taman Panatayudha, Bandung, berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Program ini dibuka secara resmi oleh Ibu Dr. Retno Purwani Sari, S.S., M.Hum., selaku Ketua Divisi Pusat Bahasa UNIKOM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya untuk menciptakan fasilitator-fasilitator muda yang memiliki empati, kepemimpinan, dan kemampuan interaktif dalam mendampingi proses pengembangan diri melalui literasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh narasumber utama, Drs. Mahruf Wahono P, M.Ud., yang mengangkat tema “Peran Fasilitator dalam Pengembangan Diri.” Dalam sesi ini, beliau menjelaskan secara mendalam tentang definisi fasilitator, fungsi dan perannya dalam konteks pendampingan psikososial dan pembelajaran, prinsip dasar yang harus dipegang seorang fasilitator, serta sikap, perilaku, dan teknik fasilitasi yang efektif. Materi ini bertujuan memperkuat fondasi teoritis para peserta sebelum mereka menjalani simulasi peran.

Sesi selanjutnya diisi dengan simulasi pertama berupa diskusi kelompok. Para peserta, yang terdiri dari pengurus Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris dan mahasiswa Desain Komunikasi Visual, diajak mengevaluasi karakteristik fasilitator yang ideal serta mengkaji kembali kelebihan dan kekurangan yang tampak dalam penyampaian materi. Diskusi ini membuka ruang refleksi kritis dan interaksi aktif antarcalon fasilitator.

Setelah sesi diskusi, Pak Mahruf memberikan review komprehensif terhadap hasil diskusi peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua bertajuk “Mutual Learning Mindset and Approach.” Materi ini memperkenalkan pendekatan belajar dua arah yang menekankan kesetaraan, kolaborasi, dan keterbukaan dalam proses fasilitasi.

Sesi ini diikuti oleh simulasi kedua yang juga berupa diskusi kelompok, dengan hasil diskusi yang kemudian dipresentasikan dan ditanggapi langsung oleh narasumber. Interaksi yang dinamis antara peserta dan narasumber memperkuat pemahaman praktis sekaligus memberikan pengalaman belajar kolaboratif.

Setelah memasuki waktu istirahat, sholat, dan makan (Ishoma), kegiatan berlanjut ke sesi asesmen bagi calon fasilitator. Asesmen ini dirancang untuk mengukur kesiapan dan potensi peserta dalam menjalankan peran fasilitator biblioterapi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, penyampaian informasi mengenai hasil asesmen, serta pengumuman terkait distribusi e-sertifikat dan modul pelatihan. Melalui program ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami peran penting fasilitator dalam konteks biblioterapi, tetapi juga siap untuk terjun langsung sebagai agen perubahan dalam pengembangan diri dan literasi di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Share it :