“Penerjemahan bukan hanya mengubah bahasa tetapi juga sebuah seni mempertahankan makna dan estetika”
Extension Course sesi kegita bertajuk “Translation as Cultural Negotiation” telah sukses diselenggarakan oleh Divisi Pusat Bahasa Universitas Komputer Indonesia. Program ini bertujuan mewujudkan integrasi transdisipliner guna memberikan pengetahuan sekaligus implementasi praktis yang dapat dimanfaatkan baik dalam penelitian akademik maupun non-akademik, serta dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, program ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat umum, pelajar, pengajar, hingga praktisi, untuk bersama-sama mendiskusikan isu-isu yang berkaitan dengan bidang humaniora. Topik yang diangkat dipilih sebagai bentuk pengenalan terhadap ragam disiplin ilmu yang berada dalam payung humaniora, sekaligus menjelaskan manfaat serta latar belakang kajian humaniora itu sendiri.
Pada sesi ketiga ini, kelas diisi oleh Dr. Diba Artsiyanti. Dalam perjalanan karirnya, beliau telah berperan sebagai interpreter dan penerjemah pada berbagai acara tingkat nasional maupun internasional yang diselenggarakan diantaranya oleh US CDC, Kedutaan Denmark dan Amerika Serikat, World Bank, ataupun Sandia National Laboratories.
Sebagai pembicara, Dr. Diba menjelaskan dalam pemaparannya bahwa penerjemahan itu bukan hanya memindahkan suatu kata dari bahasa asal ke bahasa sasaran, tapi kita juga perlu memperhatikan proses negosiasinya mulai dari budaya, segi pragmatiknya, tingkat kesopanan, emosi, dan juga dari tujuan komunikasinya.
Sesi ketiga ini digelar pada hari Sabtu tanggal 20 Desember 2025 dan berlangsung dari pukul 19:00 hingga 20:30. Acara dimulai dengan pembukaan oleh Nisrina Dewi Ambarwati, S.S. sebagai moderator acara dan dilanjutkan dengan perkenalan Dr. Diba sebagai pembicara. Sesi tanya jawab dilaksanakan setelah pemaparan materi dan berlangsung aktif hingga akhir acara.
Pada penutupan sesi, Dr. Diba berpesan bahwa penerjemah atau lulusan sastra yang baik harus memahami linguistik, karena tidak mungkin menguasai penerjemahan tanpa tahu alasan dan estetika yang terkandung dalam suatu rangkaian kalimat.
Extension Course pada bulan ini akan berlangsung selama empat sesi yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pada tanggal 6, 13, 20, dan 27 Desember 2025. Pada sesi Extension Course selanjutnya, Divisi Pusat Bahasa akan mendatangkan Dr. Siti Aliyuna Pratisti sebagai pembicara sesi kedua dengan topik “Representasi Budaya dalam Media Populer”
20 Desember 2025