Bandung, 26 April 2025 – Pusat Bahasa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengembangan literasi berbasis pendekatan psikososial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Bibliotherapy Facilitator Capacity Building, yang menjadi salah satu program unggulan Pusat Bahasa UNIKOM.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 26 April 2025, pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di Ruang L018 Smart Building UNIKOM. Acara dihadiri oleh Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., selaku Wakil Rektor II UNIKOM, Dr. Tatan Tawami, S.S., M.Hum., selaku Ketua Program Studi Sastra Inggris, serta Ibu Dr. Retno Purwani Sari, S.S., M.Hum., selaku Ketua Divisi Pusat Bahasa UNIKOM. Turut hadir pula perwakilan dari komunitas Digital MamaID, dua narasumber ahli sebagai pemateri, serta mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris dan Desain Komunikasi Visual yang terpilih sebagai calon fasilitator biblioterapi.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars UNIKOM. Dalam sambutannya, Ibu Dr. Retno Purwani Sari menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir, serta memberikan semangat agar kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para peserta untuk terus berkembang dan bertumbuh. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, yang menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program ini sebagai bagian dari inovasi pembelajaran interdisipliner di lingkungan UNIKOM.
Memasuki sesi inti, peserta dibekali dengan berbagai materi yang mendalam dan aplikatif. Sesi pertama diisi oleh Ibu Nenden Rikma Dewi, S.S., M.Hum., yang memaparkan metode Read Aloud dan Think Aloud sebagai teknik dasar dalam praktik biblioterapi. Materi ini dilanjutkan dengan simulasi langsung yang melibatkan peserta untuk mempraktikkan kedua metode tersebut secara interaktif.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Ibu Dr. Nani Nuranisah Djamal, S.Psi., M.Pd., M.Psi., Psikolog., MPC., yang membawakan materi “Psikososial dan Tahapan Perkembangan Erik Erikson.” Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk mendiskusikan milestone perkembangan psikososial yang dialami salah seorang diantara peserta kelompok untuk bahan presentasi. Hasil diskusi dari masing-masing kelompok kemudian dipresentasikan secara bergantian, yang memperlihatkan antusiasme dan keterlibatan aktif dari seluruh peserta.
Setelah sesi istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian refleksi pribadi oleh para peserta, dilanjutkan dengan sesi presentasi dan tanya jawab yang merujuk pada materi yang telah dipelajari sebelumnya. Memasuki sesi akhir, Ibu Dr. Nani Nuranisah Djamal membawakan materi lanjutan berjudul “Biblioterapi sebagai Psikoedukasi”, yang menyoroti peran biblioterapi dalam membangun kesadaran diri dan memberikan dampak psikologis yang positif melalui aktivitas literasi. Dalam sesi ini, peserta juga diminta menuliskan harapan pribadi, alasan memilih buku tertentu, serta nilai-nilai inspiratif dari buku tersebut melalui lembar kerja yang telah disediakan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama, Ibu Nenden Rikma Dewi menyampaikan sesi kajian teks dan memberikan ulasan langsung terhadap tulisan peserta satu per satu. Sebagai bentuk apresiasi, Pusat Bahasa UNIKOM menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para pemateri, yang diserahkan oleh Ibu Dr. Retno Purwani Sari dan diikuti sesi foto bersama. Kegiatan ditutup dengan pemaparan rencana tindak lanjut dari metode Think Aloud, serta informasi terkait pelaksanaan hari kedua. Melalui program ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mendalam tentang biblioterapi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks pendidikan, literasi, dan pengembangan karakter secara berkelanjutan. Pendekatan biblioterapi sendiri memerlukan keterampilan khusus dalam memfasilitasi sesi membaca reflektif, diskusi emosional, dan teknik regulasi emosi, sehingga pelatihan semacam ini menjadi langkah penting dalam membekali fasilitator muda yang kompeten.