Bandung, 26–27 April 2025 – Pusat Bahasa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi pembelajaran interdisipliner dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam ranah literasi berbasis pendekatan psikososial. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan program unggulan Bibliotherapy Facilitator Capacity Building yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu, 26–27 April 2025.
Kegiatan hari pertama yang dilaksanakan di Ruang L018 Smart Building UNIKOM dibuka secara resmi oleh Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., selaku Wakil Rektor II UNIKOM. Acara ini juga dihadiri oleh Dr. Tatan Tawami, S.S., M.Hum. (Ketua Program Studi Sastra Inggris), Dr. Retno Purwani Sari, S.S., M.Hum. (Ketua Divisi Pusat Bahasa UNIKOM), perwakilan komunitas Digital MamaID, dua narasumber ahli, serta mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan Desain Komunikasi Visual yang terpilih sebagai calon fasilitator biblioterapi.
Setelah pembukaan yang disertai menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars UNIKOM, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian sesi pembelajaran yang mendalam. Ibu Nenden Rikma Dewi, S.S., M.Hum., membuka sesi dengan materi mengenai metode Read Aloud dan Think Aloud, lengkap dengan simulasi interaktif. Selanjutnya, Ibu Dr. Nani Nuranisah Djamal, S.Psi., M.Pd., M.Psi., Psikolog., MPC., menyampaikan materi “Psikososial dan Tahapan Perkembangan Erik Erikson” yang mendorong peserta aktif berdiskusi dan mempresentasikan milestone perkembangan psikososial berdasarkan pengalaman nyata.
Sesi sore diisi dengan refleksi pribadi dan diskusi mendalam mengenai biblioterapi sebagai bentuk psikoedukasi. Peserta diajak menuliskan alasan pemilihan buku, nilai-nilai inspiratif, serta harapan pribadi yang muncul dari aktivitas membaca reflektif. Kegiatan ditutup dengan sesi kajian teks dan ulasan tulisan peserta oleh Ibu Nenden Rikma Dewi, serta pemaparan rencana tindak lanjut metode Think Aloud yang akan diimplementasikan dalam sesi hari kedua.
Hari kedua kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka Taman Panatayudha, Bandung, semakin memperkuat pembentukan karakter fasilitator. Dibuka oleh Dr. Retno Purwani Sari, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan interaktif dalam mendampingi proses pengembangan diri berbasis literasi.
Drs. Mahruf Wahono P., M.Ud., hadir sebagai narasumber utama dengan dua materi kunci. Sesi pertama bertema “Peran Fasilitator dalam Pengembangan Diri” membekali peserta dengan konsep dasar fasilitator, fungsi dan peran fasilitator dalam konteks pendampingan psikososial dan pembelajaran, prinsip dasar yang harus dipegang seorang fasilitator, serta sikap, perilaku, dan teknik fasilitasi yang efektif. Sesi ini dilanjutkan dengan simulasi diskusi kelompok yang mendorong refleksi kritis terhadap karakter fasilitator ideal.
Sesi kedua membahas “Mutual Learning Mindset and Approach” yang memperkenalkan pendekatan belajar setara dan kolaboratif. Simulasi kedua pun digelar, memberikan ruang bagi peserta untuk mempraktikkan nilai-nilai pembelajaran timbal balik. Interaksi antara peserta dan narasumber menunjukkan antusiasme serta keseriusan dalam menyerap materi.
Menjelang akhir kegiatan, peserta menjalani sesi asesmen untuk menilai kesiapan dan potensi mereka sebagai fasilitator biblioterapi. Program ditutup dengan foto bersama, pengumuman hasil asesmen, serta informasi distribusi e-sertifikat dan modul pelatihan.
Selama dua hari pelaksanaan, Bibliotherapy Facilitator Capacity Building tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang membekali peserta dengan keterampilan fasilitasi. Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif dalam pengembangan diri dan literasi di lingkungan kampus dan masyarakat secara luas.